Wednesday, July 4, 2018

Cerita tentang "Wahai Ayahku"

Disebuah desa ada sebuah keluarga yang terdiri ayah, ibu, kakak dani, dan adik rere. Mereka hidup sederhana dan apa adanya. Ayahnya bekerja sebagai tukang kebun di smp  dekat rumahnya, sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sejak ayah dan ibu menikah, ayah sudah mulai sakit-sakitan. Jadi ayah tak dapat bekerja berat. Ibu lah yang harus membanting tulang untuk bisa mencukupi kehidupan keluarga ini.
            Beberapa tahun kemudian ketika dani dan rere sudah menginjak pendidikan sekolah dasar. Ayah dan ibu berhenti bekerja, mereka memiliki niatan untuk buka usaha kecil-kecilan. Awalnya hanya berdagang jajan dan es saja namum lamat laun mereka menambah daganganya sedikit demi sedikit dengan seadanya modal yang ia miliki. Selang beberapa bulan usaha dagang mereka bertambah dan mulai maju, tidak hanya jajan dan es saja yang dijual namun mereka menjual sembako dan sayuran. Usaha yang dirintis oleh mereka cukup laris dan dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.
            Ketika kakak dani lulus dari sma dan rere kelas 3 smp, sekitar jam 3 pagi dini hari ibu bangun dan berteriak meminta tolong dani dan rere pun terbangun dari tidurnya dan segera menuju ibu. Ternyata ayah jatuh sakit dan tak bisa apa-apa. Kemudian ayah dibawa kerumah sakit. Ketika ayah jatuh sakit, bertepatan dengan dani mengikuti tes kesehatan untuk masuk perguruan tinggi, akhirnya dani pun tak mengikuti tes tersebut dan memilih untuk mengurus ayah.
Ibu, dani, dan rere bingung bagaimana untuk membiayai berobat ayahnya dirumah sakit. Ayahnya didiagnosa terkena penyakit stroke. Ketika itu reni sedang duduk sendiri menunggu ayah ada dokter yang masuk,  dokter bertanya “dek, ibu kemana?. Ibu pun lama perginya dan akhirnya dokter berkata “de, ayahmu ini kemungkinan untuk hidup sangat sedikit, sudah ada darah yang menggupal diotaknya dan jika pecah ayah akan meninggal”. Reni sangat takut dan hanya bisa menangis ketika dokter berkata seperti itu. Kemudian reni menceritakan kepada ibu dan kakaknya. Ibu, dani dan reni hanya bisa berdoa, mereka sangat sedih sekali.
            Selang beberapa hari ayah dibawa pulang, yaa walaupun belum ada perubahan tetapi jika terlalu lama dirumah sakit akan memakan biaya yang banyak dan mereka tak punya biaya. Ayah dirawat dirumah oleh seorang ahli saraf yang menyembuhkan dengan cara alternatif dan tidak memakan biaya banyak. Selama seminggu belum juga ada perubahan dan yang dikeluhkan ayah hanya sakit dikepala. Selang beberapa minggu mulai ada perubahan dan keadaanya semakin membaik. Ayah tak dapat berjalan dan memakai kursi roda selama sakit kurang lebih 4 tahunan.
            Setelah lulus sma menganggur 3 tahun hanya untuk membantu berdagang dan merawat ayah dirumah. Setelah 3 tahun menganggur akhirnya dani mendapat pekerjaan di bank btn. Dan belum lama dani bekerja dan ketika reni kelas 3 smk  ayah kembali jatuh sakit dan strokenya kambuh lagi. Ketika itu malem orang haji pada pulang menunaikan ibadah haji. Ibu pergi berkunjung ketempat orang yang baru menunaikan haji. Sedangkan rere berpamitan ke ayah untuk main kerumah temen bekerja kelompok, nah ayah mengijinkan tetapi rere disuruh duduk disamping ayah. Ayah berfikir rere sudah kelas 3 smk sebentar lagi kan lulus, nah rere setelah lulus daftar polisi ya kalau tidak ya daftar kuliah biar bisa jadi pendidik atau guru. Baru ayah berbicaara seperti itu rere langsung buru-buru pergi.
            Ketika jam menunjukan pukul 3 pagi dini hari, ibu yang tidur dengan ayah terbangun karena ayah berteriak minta tolong. Ketika ibu bangun ayah sudah dilantai dan tak bisa apa-apa. Ibu memanggil rere, rere pun terbangun dan sangat kaget tau itu. Kemudian rere menelfon saudara untuk menyiapkan mobil untuk kerumah sakit. Setelah 2 hari dirumah sakit akhirnya ayah meninggal dunia. Betapa sedih kami ditinggal ayah, tak menyangka akan secepat itu ayah meninggalkan kami. Rere tak mnyangka percakapan dimalam itu akan menjadi percakapan terakhir dengan ayah.
            Setelah lulus smk rere berkuliah di universitas negeri semarang jurusan teknologi pendidikan. Betapa hebat doa seorang ayah untuk anaknya. Rere akan berjuang agar ayah bahagia disurga sana. Selama hidupnya ayah selalu tegar dan sabar untuk melawan sakitnya. Hampir setiap minggu selama ayah menderita sakit stroke ayah selalu berobat dan berikhtiar agar dapat sembuh namun takdir berkata lain dan ayah meninggalkan kami selamanya. Rere merindukan ayah.

Sekian J

No comments:

Post a Comment